Contoh Kepribadian Trait

Standard

personality

Seseorang memiliki kepribadian yang matang menurut Allport memiliki hal-hal dibawah ini. Berikut contoh perilakunya :

1. Ekstensi sense of self

Seorang mahasiswa semester akhir yang telah masuk dalam masa dewasa awal, berusaha untuk memperluas “link” agar mereka bisa memperluas pergaulan mereka, sehingga dengan mengenal berbagai macam orang mahasiswa itu belajar ubtuk lebih mengerti minat orang lain dan mengerti minatnya sendiri. Misalnya saja dalam hal pekerjaan yang akan ia geluti nanti. Dengan begitu ia mulai mempunyai rencana masa depan, apa yang ingin ia lakukan demi masa depannya.

2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain

Seseorang yang telah masuk ke masa dewasa awal dan madya pasti berusaha mencari kedekatan dengan lawan jenis, itu semua dilakukan untuk membina hubungan dengan orang lain. Seperti mencari pasangan hidup, serta meminta persetujuan keluarga atas pilihannya.

3. Penerimaan diri

Dalam masa ini emosi seseorang tidak lagi meluap-luap, misalnya saja ia diputus oleh kekasihnya, ia akan lebih bisa mengontrol diri, tidak mudah frustasi dalam menghadapinya.

4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan

Bila seseorang mengalami masalah, misalnya saja masalah yang cukup besar dikantor, maka ia harus dapat mengatasinya tanpa panik atau malah merusaknya, ia pun sudah bisa memilih mana tugas yang cocok untuknya dan mana yang tidak.

5. Objektifikasi diri: insight dan humor

Contoh perilakunya adalah empati, kita harus bisa menempatkan diri di posisi orang lain, agar bisa diterima oleh masyarakat, kita tidak menjadi seseorang yang teralu subyektif. Dan juga dalam hidup ini kita butuh hiburan, seperti tv yang berisi acara komedi misalnya, itu tidak hanya dianggap sebagai sesuatu yang bisa ditertawakan, tetapi lebih agar kita bisa melihat keanekargaman manusia.

6. Filsafat Hidup

Seseorang yang mulai dewasa, ia pasti telah memiliki patokan dalam hidupnya, misalnya saja pemuda islam, ia pasti telah menaati perintah islam, dan menjadikan itu semua sebagai falsafah hidup maupun pegangan hidupnya.

Allport mengklasifikasikan sifat menjadi 3 yaitu sifat pokok, sifat sentral, dan sifat sekunder. Contoh dari sifat tersebut:

1. Sifat pokok atau cardinal trait

Contoh : seseorang yang mempunyai karakter suka bekerja terlalu keras tanpa mengenal lelah sehingga ia akan mudah terkena stress.

2. Sifat sentral atau central trait

Contoh : gampang bergaul dalam berbagai lingkungan tempat kita berdiam diri ataupun hanya sekedar singgah.

3. Sifat sekunder atau secondary trait

Contoh : perilaku orang yang terkena darah tinggi, saat kambuh ada yang marah dan juga ada yang hanya diam saja.

Contoh sifat-sifat ekspresif ini adalah melagak, ulet, dan sebagainya. Adapun tujuan yang dikejar orang sifat-sifat ini dapat bekerja, dapat memberi warna kepada tingkah lakunya.

Referensi:

http://www.slideshare.net/oiwan2/14-gordon-allport (diakses pada tanggal 22 Desember 2013)

Sifat (Trait)

Standard

Sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan. Sifat memiliki eksistensi dalam diri individu. Sifat dibedakan dengan habits. Kebiasaan merupakan kecenderungan-kecenderungan bersifat menentukan. Sifat merupakan sifat gabungan dari beberapa kebiasaan. Menurut Allport, sifat dan sikap adalah predisposisi untuk merespon dan khas, dapat membimbing tingkah laku, merupakan hasil belajar dan faktor genetis. Sikap, berhubungan dengan suatu objek sehingga lebih luas. Makin besar objek dikenai sifat, maka sifat dan sikap akan menjadi semakin mirip. Sikap biasanya mengandung penilaian terhadap suatu objek. Sifat-sifat merupakan predisposisi-predisposisi umum bagi tingkah laku. Maka dari itu untuk membedakan semua sifat yang pada pokoknya mempunyai taraf keumuman yang sama, Allport mengklasifikasikan sifat menjadi 3 yaitu sifat pokok, sifat sentral, dan sifat sekunder.
1. Sifat pokok atau cardinal trait
Sangat menonjol sehingga pengaruhnya dapat ditemukan pada semua kegiatan individu yang mempunyai sifat pokok. Jenis sifat ini kurang biasa. Sehingga kurang nampak pada setiap orang. Sifat pokok nampak pada setiap orang tetapi tidak setiap orang mempunyai sifat tersebut.

2. Sifat sentral atau central trait
Sifat ini lebih khas dan kecenderungan yang sangat khas dari individu yang sering berfungsi / muncul dan mudah ditandai.

3. Sifat sekunder atau secondary trait
Jarang muncul dan berfungsinya pun lebih terbatas, maka kurang bermanfaat untuk mendeskripsikan kepribadian seseorang. Dan lebih banyak berpusat pada respon yang muncul.

Selain 3 sifat di atas yang dikemukakan oleh Allport, masih ada sifat-sifat lain; yaitu sifat-sifat ekspresif. Sifat-sifat ekspresif ini merupakan disposisi yang memberi warna atau mempengaruhi bentuk tingkah laku, tetapi yang pada kebanyakan orang tidak mempunyai sifat mendorong.

Referensi :

http://www.slideshare.net/oiwan2/14-gordon-allport (diakses pada tanggal 22 Desember 2013)

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Standard

Psych head

Sebelumnya kita cari tahu dulu apa itu paradigma, psikologi, kepribadian, dan trait. Paradigma adalah cara pandang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memaknai, menyikapi, serta memilih tindakan atas fenomena yang ada. Paradigma merupakan suatu kerangka berpikir yang menjelaskan suatu fenomena. Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dari kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung. Beberapa definisi kepribadian dapat dikemukakan menurut :

  1. Koswara (1991) dalam pengertian sehari-hari, kepribadian adalah “Bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi   individu lain”.
  2. Allport (1937) sebagaiman dikutip oleh Gunarso.S.D dan Ny Gunarsa.S.D (1989), kepribadian adalah “Suatu organisasi yang dinamis dari sistem-sistem psikofisis di dalam individu yang menentukan penyesuaian yang khas terhadap lingkungannya”.
  3. Maramis (1999), kepribadian adalah “Keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang sering digunakan oleh seorang dalam usaha adaptasi yang terus-menerus terhadap hidupnya”.
  4. Freud yang dikutip oleh Koswara (1991), kepribadian adalah “Suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni id, ego, dan superego.

Jadi, kepribadian meliputi segala corak tingkah laku individu yang terhimpun dalam dirinya, yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap segala rangsang, baik yang datang dari luar dirinya atau lingkungannya maupun dari dalam dirinya sendiri sehingga tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu. Sedangkan trait adalah cara yang tetap digunakan individu dalam mengadakan respon terhadap orang lain atau situasi-situasi yang melingkupinya. Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

  1. Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga trait relatif lebih stabil dari waktu ke waktu dan konsisten dari situasi ke situasi.
  2. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena ada proses adaptif, adanya perbedaan kekuatan, dan kombinasi dari trait yang ada.

Tingkat trait kepribadin dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006). Teori trait dimunculkan pertama kali oleh Gordon W.Allport. Selain Allport terdapat dua ahli yang lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenk. Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulankata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang mebuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Sama seperti Allport, Cattel juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting struktur kepribadian. Perbedaan antara Allport dan Cattell adalah Cattell percaya bahwa kepribadian dapat digeneralisir. Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh pada perilaku manusia. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting dalam perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian.

  1. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggung jawab akan perbedaan lingkungan pada orang-orang.
  2. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
  3. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Gangguan Kepribadian Trait

1. Gangguan kepribadian pasif-agresif Gangguan kepribadian ini dikelompokan sebagai berikut:

  • Tipe pasif-dependen, ciri khasnya ialah tidak berdaya, tidak tegas, dan tergantung pada orang lain. Apabila mereka dituntut memikul tanggung jawab, mereka segera cemas dan panik.
  • Tipe pasif-agresif, sikap pasif mereka sama dengan tipe pasif dependen, namun orang-orang ini memiliki pola agresi yang halus dan tak langsung dengan hubungan mereka dan orang lain. Mengungkapkan permusuhan dengan cara mencibir, bersungut-sungut, keras kepala, tidak efisien, dan membuang-buang waktu.
  • Tipe agresif, karena emosinya tidak stabil maka orang-orang ini memperlihatkan ledakan-ledakan kejengkelan, kemarahan, dan bertingkah laku merusak sebagai respons terhadap frustasi-frustasi yang kecil sekalipun.

2. Gangguan kepribadin obsesif-kompulsif, tidak bahagia, mereka tidak membutuhkan waktu untuk kesenangan, mereka selalu cemas jangan sampai melupakan hal-hal yang keci dan gagal. Orang-orang yang tergolong sistem ini adalah orang-orang yang sangat teliti, kaku, dan sistematis. 3. Gangguan kepribadian yang menghindar, individu yang mengalami gangguan ini sangat peka terhada penolakan orang lain dan merasa terhina oleh penolakan itu. Karena mereka berpikir tentang penolakan, maka individu-individu ini akan menghindari hubungan dengan orang lain kecuali kalau ada jaminan bahwa mereka diterima tanpa dicela.

Referensi :